Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese English French German Spain Italian Dutch

MASJID JAMIK SUMENEP

Mesjid jamik atau masjid agung sumenep merupakan mesjid tertua yang pertama kali dibangun di tengah-tengah kota kabupaten sumenep.

PANTAI LOMBANG

Pantai Lombang Adalah salah satu objek wisata di kabupaten Sumenep yang di penuhi oleh cemara udang dan memiliki air yang amat jernih.

KOMPLEKS ASTA TINGGI

Slideshow Asta Tinggi merupakan kompleks makam para raja Sumenep, keturunan dan kerabatnya. Dibangun sekitar tahun 1750. Kompleks ini terdiri dari tiga bagian yang masing-masing mempunyai gerbang tersendiri.

TAMAN SARE

Taman Sare ini dulu digunakan sebagai tempat pemandian permaisuri dan putri keraton serta para dayang. Sampai saat ini, pemandian itu diyakini masih punya nilai Religi yang cukup tinggi. Read more: Kerangka Ikan Lele Muncul di Taman Sare Sumenep - Asal Kamu Tahu Aja .

KERAPAN SAPI

Kerapan atau karapan sapi adalah satu istilah dalam bahasa Madura yang digunakan untuk menamakan suatu perlombaan pacuan sapi.

Tampilkan postingan dengan label Wisata Favorit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata Favorit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 30 April 2011

Kerapan Sapi Madura

Kecamatan : Manding
Desa : Manding Laok
  1. Nama Jenis Potensi Wisata : Karapan Sapi
  2. Luas Area : 170m x 50m
  3. Sarana dan prasarana :
  4. Deskripsi Potensi Wisata :
    Pada Zaman dahulu kala ada seorang penyebar agama islam. Yang bernama "Syech Ahmad Baidawi" beliau di kenal dengan sebutan Pangeran Katandur yang berasal dari kata Tandur yang berarti menanam atau ahli pertanian. Beliau adalah penyebar agama islam di Sumenep. Selain menyebar agama islam beliau juga ahli bercocok tanam. Pangeran Katandur adalah putra dari pangeran dari Pangeran Pakaos yang merupakan cucu dari Sunann kudus.
    Pangeran Katandur menyebarkan agama islam dengan cara bercocok tanam (bertani). Beliau mengerjakan atau mengelola pertanian dengan alat tradisional atau alat pembajak tanah yang disebut Nanggala/Salaga yaitu dua buah bambu yang ditarik oleh 2 (dua) ekor sapi. Maka sampai sekarang dikenal dengan sebutan Kerapan Sapi. Itulah asal-usul dari kerapan sapi. Kerapan sapi sampai sekarang menjadi kebudayaan masyarakat Madura/ ikon. Kerapan sapi sampai sekarang menjadi kebudayaan masyarakat Madura, Nusantara, bahkan Manca Negara sekalipun. Sampai sekarang karapan sapi diadakan setiap tahun, yitu untuk menyambut hasil panen. Dalam perlombaan kerapan sapi dikenal beberapa tingkatan yaitu Kewedaan, Kabupaten dan terakhir kresidenan. Sedangkan Karapan Sapi yang diadakan setiap bulan Agustus-Oktober adalah puncak perlombaan Karapan Sapi yang biasa dilakukan di Kabupaten Pamekasan. Menjelang malam pelaksanaan Karapan Sapi ditingkat Kresidenan selalu dilakukan pertemuan antar Penggemar kerapan sapi yang disebut dengan Gubengan (Tumpah Ruahnya para penggemar Kerapan sapi se Madura) Adapun aturan dalam perlombaan Karapan Sapi yaitu :
    1. Minimal Sapi Karapan sapi yang akan dilombakan ada 3 pasang
    2. Panjang dan lebar pacuan yang digunakan adalah 170m x 50m
    3. Ada Gebber (orang yang bertugas memegang bendera di garis start)
    4. Liet atau seorang juri yang ada di garis Finish
    Sedangkan sapi yang diperlombakan harus memiliki syarat-syarat sebagai berikut :
    1. Sapi harus memiliki jenis dan warna kulit madura
    2. Sapi harus sehat dan kuat
    3. Tinggi Sapi harus 120 cm
    4. Gigi sapi harus sudah di cabut.
  5. Deskripsi Pengolahan / Pengembangannya
    Sapi-sapi madura harus dilestarikan keberadaannya agar tidak punah. Dan sistem penjurian pada perlombaan Karapan Sapi tidak dilakukan secara manual lagi melainkan dengan alat yang lebih canggih sehingga para peserta merasa perlombaan fair tidak mengandung kecurangan.

    sumber:http://disbudparpora.sumenep.go.id/id/index.php?s=w&m=2&id_b=39&f=1

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More